Tampilkan postingan dengan label Mendaki Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mendaki Gunung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

Berpetualang Dengan Mendaki Gunung Di Indonesia

Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang sangat bisa melatih adrenalin seseorang. Beratnya medan, halangan cuaca, dan perjalanan yang ditempuh dengan medan yang mungkin berbukit, berbatu-batu, berpasir, becek, dll, menjadi tantangan tersendiri bagi orang-orang yang ingin menaklukkannya. Jika merasa tertantang, cobalah mendaki beberapa gunung di bawah ini yang “kesulitannya” sudah tidak usah diragukan lagi.

1. Gunung Slamet, Jawa Tengah
Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di  Jawa Tengah dengan ketinggian 3.428 mdpl. Gunung ini masih menjadi tempat favorit para pendaki baik yang masih pemula, maupun profesional. Salah satu tantangan dari gunung ini adalah miring dan terjalnya jalan atau akses ke sana, terutama puncak Baturaden yang tipis dan berhadapan langsung dengan kawah aktif.

2. Gunung Semeru, Jawa Timur
Gunung Semeru adalah salah satu gunung api yang masih aktif sampai saat ini. Gunung ini juga merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa, yakni 3.676 mdpl. Tantangan dari gunung ini adalah cuaca ektrem yang bisa mencapai suhu di bawah 0 derajat. Untuk mencapai puncaknya, anda harus waspada longsor batu dan pasir.

3. Puncak Cartenz, Papua
Puncak Cartenz adalah gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl. Satu-satunya gunung yang memili es pada permukaan puncaknya adalah gunung ini. Suhu di sini menjadi tantangan tersendiri bagi para pendakinya. Bayangkan saja, baru di lembahnya saja, suhunya sudah mencapai 10 derajat. Untuk mencapai puncaknya, anda harus mengunakan peralatan seperti tali dan peralatan panjat. Kendala lainnya adalah, minimnya oksigen yang dapat membuat halusinasi dan pusing kepala.

4. Gunung Raung, Jawa Timur
Gunung Raung memiliki tinggi 3.332 mdpl, dengan 3 kawasan berbeda yakni Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi. Untuk mencapai puncaknya anda dapat melalui jalur Kalibaru atau Glenmore. Hambatannya adalah Tebingnya sangat tipis, selebar 1 kaki saja, jadi perlu peralatan panjat.

5. Pegunungan Latimojong, Sulawesi Selatan
Pegunungan Latimojong memiliki 7 puncak, dengan Rante Mario  sebagai puncak tertinggi, yakni 3.680 mdpl. Salah satu kendala yang anda hadapi jika ingin mendaki adalah curamnya tebing batu, medan yang berat, serta kemiringan tebing mencapai 70 derajat. Hal ini tentu akan sangat melelahkan.

6. Gunung Kerinci, Jambi
Gunung Kerinci adalah gunung tertinggi ke 2 di Indonesia, dan menjadi gunung tertinggi di Sumatra dengan ketinggian 3.085 mdpl. Kendala umum yang sering dihadapi oleh para pendaki adalah ekstremny cuaca, dimana sering kali terjadi badai yang besar, hujan yang sangat lebat, serta hujan es yang membuat penyakit hiportermia.

7. Gunung Leuser, Aceh
Gunung Leuser memiliki puncak tertinggi pada 3.404 mdpl. Puncaknya ini akan dicpai dengan menghabiskan antara 7-10 hari perjalanan. Kemiringannya mencapai 45 derajat, jalurnya tipis dan seringkali tertutup embun dan kabut yang tebal. Mendaki di sini harus ekstra hati-hati.

Rabu, 13 Maret 2013

Tips Berwisata Mendaki Gunung Bromo



Gunung Bromo memang merupakan salah satu objek wisata yang terkenal dan favorit di tanah air, dan tak sedikit yang ingin mendaki gunung bromo ini hanya karena ingin mendapatkan pengalaman  mendaki. Gunung Bromo memang memiliki ketertarikan tersendiri, baik itu ketika sedang mendaki atau ketika sudah berada di puncak, bahkan perjalanan ketika turun gunung nya, tak heran jika banyak sekali wisatawan lokal maupun asing yang tiap tahun nya mendaki gunung yang letaknya di kabupaten Probollingo, Jatim ini. Mendaki gunung memang menyenangkan, namun ada beberapa hal yang juga harus kita perhatikan, berikut Tips Berwisata Mendaki Gunung Bromo.



1. Periksa Keadaan Kendaraan
Nah, sebelum berangkat menuju Gunung Bromo, hal yang pertama kali harus anda lakukan adalah melihat keadaan kendaraan yang anda gunakan. Semisal periksalah ban nya (jangan sampai halus), kemudian rem nya, rantai sudah terpasang dengan baik dan kokoh, dan terakhir periksalah bensin anda, karena jalan yang akan ditempuh cukup jauh terjal, jadi resiko kehabisan bensin pasti ada.

2. Berangkat lebih awal
Mengapa kami memasukan 'Berangkat Lebih Awal' ini ke Tips Berwisata Mendaki Gunung Bromo ? Karena memang dengan berangkat lebih awal atau lebih pagi anda akan bisa menikmati indahnya Sunrise (matahari terbit) ketika sampai di lokasi nanti.

3. Berangkat Secara Rombongan
Nah, tips berwisata mendaki gunung bromo yang ketiga adalah 'berangkat secara rombongan', tips ini sebenarnya untuk memperkecil kemungkinan anda dari hal hal yang tidak diinginkan, dengan berangkat secara rombongan, semangat anda pasti lebih banyak, dan dengan beramai-ramai, perjalanan anda tidak akan terasa lelah. 

4. Lihatlah cuaca
Mendaki gunung ketika musim hujan sangat tidak dianjurkan, untuk itu lihatlah cuaca saat ini, jika ketika musim kemarau atau jarang terjadi hujan, anda bisa langsung mendaki ke gunung bromo ini, agar lebih aman.

5. Pakaian yang Tebal
Karena cuaca di Gunung Bromo ini begitu dingin, maka dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang tebal, agar kondisi kita tetap fit, dan agar tidak terserang penyakit akibat kedinginan. Selain itu menggunakan penutup telinga juga penting, karena tekanan udara di Gunung Bromo ini sangat tinggi.

6. Jangan Mudah Tergiur dengan Tawaran Guide
Menyewa Guide memang penting untuk mendaki gunung ini, akan tetapi jangan sampai anda salah memilih jasa, karena hal tersebut bisa membahayakan perjalanan anda selama mendaki, terlebih lagi jika 'jasa palsu' tersebut mempunyai niat jahat dengan kita, inilah Tips Berwisata Mendaki Gunung Bromo dari kami, semoga bermanfaat.